Posted in kisah berhikmah

Menuntut Ilmu Pada Seorang Dokter

Bila ingat cita-citaku dimasa kecil, aku selalu berkata :”Aku mau jadi dokter”. Kepada setiap orang yang menanyakan mau jadi apa aku nanti setelah dewasa. Rasanya impian itu selalu aku bawa dalam tidur. Bermain bersama teman-temanpun kami lakukan seperti apa yang biasa dokter lakukan pada pasiennya.

Seorang dokter dapat selalu membantu orang yang sakit. Memberikan pelayanan gratis bagi orang yang tidak mampu. Sebagai gadis kecil, aku selalu beranggapan dokter adalah seorang yang sepesial. Berbaju putih, ramah dan Continue reading “Menuntut Ilmu Pada Seorang Dokter”

Posted in kisah berhikmah

Perbaikilah perahumu,karena lautan itu sangat dalam

-Perbaikilah perahumu,karena lautan itu sangat dalam-

Kaget, heran dan seakan tak percaya, ketika ada di antara saudara, kawan, sahabat bahkan keluarga kita yang tiba-tiba pergi mendahului kita, ruh diangkat menuju tempat dimana tak ada satupun manusia yang mengetahui. Ya maut, takdir yang Allah gariskan ini tak ada yang tau kapan, bagaimana dan dimana jiwa kita berakhir. Seorang penyair berkata :

Manusia wajib bertobat, namun meninggalkan dosa itu lebih wajib lagi

Sabar dalam menghadapi musibah itu sulit, namun Baca Terus 😀

Posted in kisah berhikmah

Nasihat seorang tukang gali kubur

Suatu hari ketika saya sedang berziarah ke Makam Imam Jalaluddin as-Suyuthi, salah satu dari dua ulama yang menulis Tafsir al-Jalalain, yang berada di kawasan Sayyidah Aisyah, tiba-tiba datang ‘ammu Mahmud, seorang tukang gali kubur di kawasan tersebut.  ‘Ammu Mahmud, adalah guru sekaligus kawan lama saya yang tinggal di sebuah gubuk kumuh di tengah-tengah kuburan kawasan Sayyidah Aisyah. Saya mengenalnya ketika saat itu saya meminta ijin untuk ikut melihat secara langsung bagaimana proses penguburan yang biasa dilakukan di Mesir.

Begitu mendekat, ‘Ammu Mahmud langsung mengajak saya menghampiri sebuah bangunan pemakaman. Sambil menunjuk salah satu dharih, bangunan kuburan yang ditinggikan dan diberi atap, ia menuturkan bahwa kurang lebih setengah jam yang lalu ia baru saja menguburkan seorang  konglemerat Mesir. Menurutnya, konglomerat tersebut memiliki sejumlah vila dan apartemen yang tersebar hampir di seluruh propinsi Mesir, Libia, dan bahkan juga di Inggris.

Setelah lama  bertutur, Ammu Mahmud lalu berkata: “Saudaraku, perhatikanlah dan renungkanlah. Dunia ini tidak lebih dari sebuah tipu daya yang memperdaya. Orang-orang berebut dan berlomba menumpuk kekayaan sehingga lupa kewajiban. Bahkan boleh jadi ia lupa bahwa suatu saat ia akan dikuburkan. Ketika sudah dikuburkan, semua manusia, baik kaya maupun miskin, sama saja; ia dikubur di atas tanah dan dibungkus dengan kain kafan berwarna putih. Harta yang diusahakannya dengan susah payah, kini menjadi bahan rebutan keluarganya. Isteri yang dicintainya, boleh jadi sebentar lagi akan dinikahi laki-laki lain. Maka, hati-hatilah dengan dunia ini. Jangan sampai kamu terperdaya karenanya.

Apabila kelak kamu mencari harta, jangan lupa kewajiban kepada yang Maha Kuasa. Apabila kelak menjadi seorang pejabat, jangan pernah lupa kepentingan rakyat. Apabila kelak menjadi seorang ulama, jangan lupa orang-orang melarat. Karena yang justru akan menyelamatkan kamu bukan kedudukan, jabatan akan tetapi kebaikan dan kepedulian kepada orang lemah; yang menyelamatkan kamu bukan tabungan yang numpuk di bank, akan tetapi uang recehan yang kamu berikan kepada orang-orang yang membutuhkan”.

Subhanallah, nasihat ‘ammu Mahmud sederhana tapi sarat dengan makna. Meski sekedar tukang gali kubur, namun kata-katanya penuh hikmah. ‘Ammu Mahmud mengingatkan kita akan sebuah persolan yang seringkali dilupakan. Ya, persolan hidup di dunia ini. Dunia dengan hingar bingarnya, seringkali melupakan tujuan dan kewajiban utama kita. Keelokan dunia seringkali melupakan bahwa dunia ini sekedar per’singgah’an semata. Layaknya sebuah per’singgah’an, tentu tidak akan lama.

Perhatikan dengan seksama berapa lama umumnya manusia ‘singgah’ di dunia ini. Ambil saja standar umum, bahwa umumnya masa ‘singgah’ di dunia ini hanya enam puluh lima tahun saja. Apabila kini usia kita sudah 55 tahun, ini artinya, masa ‘singgah’ yang masih tersisa tinggal sepuluh tahun lagi. Setelah itu, kita semua akan pindah ke alam  lain, alam kubur dan alam akhirat.

Ingatlah kawan, dunia ini adalah ladang tempat bercocok tanam. Bekal kita kelak di kehidupan akhirat sangat tergantung kepada tanaman apa yang kita tanam di ladang dunia ini. Apabila ‘tanaman kebaikan dan amal shaleh’ yang kita tanam, tentu kebahagiaan dan surga yang akan kita dapatkan. Namun, Baca Terus 😀 !

Posted in Islamic, My life, Pengetahuan + unik

Wisata Alam Akhirat

Ketika kita meninggalkan dunia untuk menuju Akhirat,
Akan sangat mirip dengan berpergian ke luar negeri.

Di mana detail tentang negeri ini tidak akan terdapat di brosur perjalanan wisata,
tetapi terdapat di Al-Qur’an dan Al- Hadist.

Dimana pesawat kita bukanlah Adam Air, Mandala Air tetapi Air Jenasah (Kematian)

Dimana bagasi kita tidak dibatasi sampai 20 Kg saja,
tetapi bagasi kita adalah pahala yang tidak dibatasi seberat apapun ia.

Anda tidak usah membayar kelebihan bagasi,
mereka dapat dibawa dengan bebas atas izin pencipta kita.

Dimana baju yg kita kenakan bknlh merek Pierre Cardinan atau sejenisnya,
tetapi pakaian kita adalah kain kaffan putih. Baca terus 😀