Posted in Islamic, Pengetahuan + unik

Kisah kisah keajaiban perang di GAZA

Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.

http://bimchat.files.wordpress.com/2009/01/gaza-strip-war.jpg

Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesulitan.

Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.

Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.

Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.

https://i0.wp.com/images.huffingtonpost.com/gen/13427/thumbs/r-GAZA-large.jpg

Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.

https://i1.wp.com/www.map-uk.org/files/300_idf_soldiers.jpg

Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.

Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.

Berikut ini adalah rangkuman kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk kita ingat dan renungkan.

Pasukan “Berseragam Putih” di Gaza

Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu BACA TERUS! 😀

Posted in Islamic, My life

Surat Dari Palestina,saudara kita…

Tulisan dibawah ini adalah tulisan anak bangsa Palestina..Baca ya 🙂

بسم الله الرحمن الرحيم

Ucapan Selamat Datang dan Terima Kasih

Yang terhormat,

Bapak Suripto Joko Said,

Para Panitia Penyelenggara Muktamar,

Saudara dan Saudari Peserta Muktamar,

Dan Hadirin sekalian.

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Atas nama diri saya sendiri dan atas nama bangsa Palestina yang terluka, saya berterima kasih kepada Anda semua atas perhatian yang dalam terhadap problematika Palestina. Saya juga berterima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk menyampaikan realita dan kesulitan yang dialami oleh salah satu kelompok masyarakat Palestina, yaitu mereka yang mengalami luka-luka.

Saya datang dari Palestina yang terluka, dari Baitul Maqdis tempat keberadaan Masjid Al-Aqsha yang diberkahi, negeri para Nabi dan Rasul – alahimussalam -, tempat Mi’raj Rasulullah saw, kiblat pertama ummat Isam, dan tempat suci ketiga mereka. Saya datang dari tengah penderitaan yang dialami oleh Ghaza yang diisolasi Baca Terus ! mengharukan 😦

Posted in Islamic, My life

Catatan 20 maret 2010 ,,its about Palestine and Al Aqsha

Sebenarnya catatan ini berasal dari Murobbi-ku (inisialnya Q.A)yang menge-tag aku di fb..
Kaget,dan ketawa tawa sendiri karena bisa dibilang aku yang menjadi tokoh utamanya *o* (silau)
Ini pengalaman pertamaku loh ikut hal yang seperti ini,,
dan juga InsyaAllah bukan pengalaman terakhirku
hehe…
***********
Bismillah…
20 Maret 2010
HI dan Monas memutih lagi. Setelah sekian lama kangennya sama kegiatan aksi. Seingatku, terakhir aksi itu januari 2009…udah setahun ye? Lama juga…Dan akhirnya, kemarin adalah pengobat rindu! Hahay, berhasil pula nyulik satu anak SMA…Hehehe.

Sini dik, kubisikkan sesuatu…
“Jangan lihat bendera yang dibawa. Apakah itu PKS, PeKaSe, atau apapun nama lainnya…ga ngaruh! Lihat isunya, kami melangkah disini bersama karena ikatan persaudaraan. Karena kami cinta ikhwah palestine.”
Adikku itu, hanya senyum dan manggut2…Meski saya yakin, dia pasti kaget banget ngeliat kostum kami dan bendera partai yang kiwar-kiwir memenuhi Monas. Hehehe, maaf ya dik…tapi suatu saat kau pasti akan paham, bahwa yang mempersatukan kami disini bukanlah partai. Hanya mereka yang berfikiran sempit, menilai lelahnya ikhwah Baca Terus 😀