Posted in Islamic, kisah berhikmah

Apakah kita sering menangis ? Menangis karenaNya

-Menangis karena Allah- Bagus :’)

Malam itu -Kamis, 27 Agustus 2009- mesjid al-Majid yang terletak di belakang kantor Konsuler KBRI Kairo masih terlihat sepi. Baru shaf pertama yang telah dipenuhi orang-orang. Mereka nampak asyik membaca al-Qur`an. Sebagian mereka tengah khusyuk dalam shalat. Alhamdulillah, masih ada tempat duduk yang kosong di pojok kiri shaf pertama. Segera saya menuju tempat itu.

air mata

Seorang pemuda Mesir, Ahsan-nama samaran- tengah larut dalam lantunan ayat-ayat Allah. Ia terlihat begitu khusyuk. Saya awalnya ingin menyapanya, tapi niat itu saya tahan, saya tidak ingin Baca Terus 😀 !

Posted in Islamic

Tanda MATI nya Hati

tanda matinya hati

Hati adalah tempat mangkalnya berbagai perasaan, tumbuh kembang antara kebaikan dan keburukan. Hati juga menjadi sumber ilham dan permasalahan, tempat lahirnya cinta dan kebencian, serta muara bagi keimanan dan kekufuran.

Hati juga sumber kebahagiaan jika sang pemiliknya mampu membersihkan berbagai kotorannya yang berserakan, namun sebaliknya ia merupakan sumber bencana jika sang
empunya gemar mengotorinya.

Hati yang kotor hanya akan menyebabkan kapasitas ruangnya menjadi pengap, sumpek, gelap, dan bahkan mati. Jika sudah mati seluruh komponen juga akan turut mati. Dalam makna yang sama, Abu Hurairah RA berkata, “Hati ibarat panglima, sedangkan anggota badan adalah tentara. Jika panglima itu baik maka akan baik pulalah tentaranya. Jika raja itu buruk maka akan buruk pula tentaranya.”

Pada akhirnya kita bisa mengenali dalam keadaan apa hati seseorang itu mati. Di antaranya adalah pertama, taarikush shalah, meninggalkan shalat dengan tanpa uzur atau tidak dengan alasan yang dibenarkan oleh syar’i. (QS Maryam [19]: 59).

Imbas dari seringnya meninggalkan shalat adalah kebiasaan memperturutkan hawa nafsu. Dan, kalau sudah demikian, dia akan menabung banyak kemaksiatan dan dosa. Ibnu Mas’ud menafsirkan kata ‘ghoyya’ dalam ayat tersebut dengan sebuah aliran sungai di Jahanam (neraka) yang makanannya sangat menjijikkan. Bahkan, tempatnya sangat dalam dan diperuntukkan bagi mereka yang membiarkan dirinya larut dalam kemaksiatan.

Kedua, adz-dzanbu bil farhi, melakukan kemaksiatan dan dosa dengan bangga. Alih-alih merasa berdosa dan menyesal, justru si pemilik hati yang mati, ia teramat menikmati kemaksiatan dan dosanya. (QS al-A’raf [7]: 3).

Ketiga, karhul Qur’an, benci pada Alquran. Seorang Muslim, jelas memiliki pedoman yang menyelamatkan, yaitu Alquran. Tapi, justru ia enggan berpedoman dan mencari selamat dengan kitab yang menjadi mukjizat penuntun sepanjang zaman ini. Bahkan, ia membencinya dan tidak senang terhadap orang atau sekelompok orang yang berkhidmat dan bercita-cita luhur dengan Alquran.

Keempat, hubbul ma’asyi, gemar bermaksiat dan mencintai kemaksiatan. Nafsu yang diperturutkan akan mengantarkan mata hatinya tertutup, sehingga susah mengakses cahaya Ilahi. Sehingga, ia lebih senang maksiat daripada ibadah.

Kelima, asikhru, sibuk hanya mempergunjing dan buruk sangka serta merasa dirinya selalu lebih suci. Keenam, ghodbul ulamai, sangat benci dengan nasihat baik dan fatwa-fatwa ulama. Berikutnya, qolbul hajari, tidak ada rasa takut akan peringatan kematian, alam kubur, dan akhirat.

Selanjutnya, himmatuhul bathni, gila dunia bahkan tidak peduli halal haram yang penting kaya. Anaaniyyun, masa bodoh terhadap keadaan dan urusan orang lain. Keluarganya menderita, dia tetap saja cuek. Al-intiqoom, pendendam hebat, al-bukhlu, sangat pelit, ghodhbaanun, cepat marah, angkuh, dan pendengki. Na’udzubillah. Semoga kita semua dijaga dari hati yang mati

***

Oleh Ustadz M.Arifin Ilham. Sumber

Posted in kisah berhikmah

Abu Nawas dan Rumah yang Sempit

Suka ceritanya 🙂
***

Dikisahkan, hiduplah seorang laki-laki yang tinggal di sebuah rumah yang luas. Ia tinggal bersama seorang istri dan 3 orang anaknya yang masih kecil-kecil. Suatu saat laki-laki itu merasa rumahnya semakin sempit. Dia mempunyai keinginan untuk memperluas rumahnya tetapi enggan untuk mengeluarkan biaya.

Setelah berpikir, pergilah dia ke rumah Abu Nawas, si cerdik yang sangat Baca Terus 😀 !

Posted in Islamic, kisah berhikmah, My life

Mencari Pendamping Surga

Suka dengan artikel ini, semoga semakin bisa menambah pemahaman kita semua 🙂

***

“Bila dirimu sekarang sedang menunggu seseorang untuk menjalani kehidupan menuju ridha-Nya, bersabarlah dengan keistiqamahan. Demi Allah dia tidak datang karena kecantikan, ketampanan, kepintaran ataupun kekayaanmu. Akan tetapi Allahlah yang akan menggerakkan hatinya. Janganlah tergesa-gesa untuk mengekspresikan cinta kepada dia sebelum Allah mengizinkan. Belum tentu yang kau cintai adalah yang terbaik untukmu. Siapakah yang lebih mengetahui selain Allah? Simpanlah segala bentuk ungkapan cinta dan derap hati rapat-rapat. Allah akan menjawab dengan lebih indah, pada saat yang tepat.”

Begitulah kira-kira sebuah sms dari seorang teman, yang ia kirimkan beberapa tahun silam. Ketika awal-awal menerima sms itu, hampir setiap hari lebih dari lima kali aku membacanya. Aku anggap itu adalah obat yang akan menjadi penawar bagi kegelisahan hatiku, penyakit yang membuat konsentrasi belajarku berkurang dan yang membuat malam-malamku terasa panjang. Ya apalagi kalau bukan “cinta”. Siapa sih di dunia ini yang tidak pernah jatuh cinta. Cinta adalah sebuah siksaan yang mengasyikkan. Aura sebuah chemistry selalu datang menyinggahi hati kita tanpa bisa kita menafikkannya. Ia datang dengan sayup-sayup, secara diam-diam dan akhirnya menyusup jauh ke dalam lubuk hati kita. Cinta dapat meninggikan derajat manusia melebihi derajat para malaikat. Namun tak jarang cinta justru menjerumuskan manusia, hingga ia jatuh dalam derajat yang lebih rendah dari pada binatang.

Ibnu Qoyyim al-Jauziah mengajarkan kepada kita tentang kaidah cinta yang sebenarnya. “Sebab adalah nyawa bagi cinta, sebab sembarangan hanya akan menumbuhkan cinta yang sembarangan. Cinta yang abadi memerlukan sebab yang abadi pula. Adalah dusta jika kau berkata cintamu abadi, padahal sebab cintamu hanyalah kecantikan fana dan kekayaan yang sementara.”

Maka jika saat ini kita sedang memendam rasa, atau menyukai seseorang yang kita kagumi, lantaran hanya memandang fisik luarnya, bersiap-siaplah untuk menuai kekecewaan. Karena demi Allah, semua itu tak kan abadi. Hanyalah kecantikan hati yang akan kekal sampai ke negeri akhirat. Calon pendamping surga tak akan pernah merisaukan atau hanya menilai berdasarkan fisik semata. Seorang pendamping surga yang utama adalah yang apabila dipandang olah pasangannya, ia akan menjadi penyejuk mata, kata-katanya senantiasa menjadi penyejuk hati, penuh dengan keikhlasan. Kecantikan atau ketampanan sejati bukan terletak pada fisik, tapi ia terletak pada seberapa besar kecintaan seseorang pada Rabb-nya. Percayalah kawan, cantik atau tampan lahiriah hanya sebentar, jikalau kelak sudah menikah suami/istri lebih menyukai senyuman yang tulus. Tiada yang lebih berharga selain kebeningan hati serta keikhlasan dalam menjalani peran masing-masing.

Cinta yang sehat bukanlah cinta yang melahirkan nestapa jiwa, apalagi nestapa dunia akhirat. Cinta yang sehat mendidikkan kecerdasan kematangan emosi, ketenangan hati, dan kedewasaan berfikir. Ia mengajarkan kesabaran menahan syahwat atau membingkainya dengan ikatan suci yang diridhai-Nya. Mencari pendamping hidup terbaik adalah senantiasa berupaya merubah diri kita terlebih dahulu menjadi pribadi yang terbaik. Karena jodoh adalah cerminan siapa sebenarnya diri kita. Sebelum kita menuntut calon pasangan kita, marilah kita tuntut diri kita terlebih dahulu. Karena itulah sumber ketenangan.

Para pecinta sejati bukanlah ia yang senantiasa mengumbar-umbar cintanya. Tapi para pecinta sejati adalah orang yang bersedia komitmen menjaga cinta yang telah benar-benar halal untuknya. Sehingga cinta itupun kekal sampai ke surga. Mereka senantiasa menginginkan rasa cintanya tetap menjadi cinta perawan. Cinta yang hanya mereka berikan saat ijab qobul telah tertunaikan. Itulah cinta yang diridhai oleh Allah Swt. Di kala mereka ingin membangun sebuah rumah tangga, mereka tak ingin hanya membangun rumah tangga di dunia, namun mereka sangat rindukan cinta mereka dapat bersatu kembali kelak di akhirat. Calon pendamping surga adalah dambaan setiap orang. Ia berkenan menjadi pakaian untuk pasangannya, saling menutupi kekurangan dengan kelebihan yang dimiliki masing-masing, saling mengingatkan dan bahu membahu dalam menapaki jalan kebenaran.

Wahai sahabat, Allah sedang menatap kita, Dialah yang menciptakan kita, menyaksikan apapun yang kita lakukan. Hidup hanya sekali dan hanya sebentar, mau ke mana lagi sebenarnya kita ini? Seharusnya hari-hari yang kita jalani adalah hari-hari yang senantiasa bersungguh-sungguh kepada Allah. Hari-hari yang penuh cinta, hari-hari yang penuh kerinduan kepada Allah. Bila saat ini kita sedang berbuat sesuatu yang membuat Allah murka, maka tanpa kita sadari calon pendamping surga kita pun juga berbuat hal yang sama. Namun jika saat ini kita sedang berjuang, bersungguh-sungguh menjaga rasa cinta ini agar tidak sampai jatuh kepada orang yang belum halal untuk kita, percayalah ia di sana juga berbuat hal yang serupa. Perempuan yang baik hanyalah untuk laki-laki yang baik begitu pula sebaliknya. Mungkin kita bisa bersembunyi dari manusia, namun kita tak kan pernah bisa bersembunyi dari Allah.

Maka ketika rasa itu datang menyusup ke dalam lubuk hati, biarkanlah ia tumbuh dengan dzikrullah yang senantiasa menghiasi bibir. Saat rindu kian membelenggu, biarkanlah ia membuat kita resah, kita nikmati rasa itu dengan menumpahkannya dalam larut tangis saat sepertiga malam terakhir memenuhi panggilan cinta Ilahi. Saat kita merasa tak kuat lagi memendam rasa itu, bahkan mungkin rasa itu telah menorehkan luka di hati, yakinlah kasih-Nya melebihi kasih seluruh manusia di alam ini. Saat rasa sayang senantiasa terbayang dalam diri, yakinlah bila kita mencurahkannya sedikit saja pada Allah, pasti Dia tak akan mengecewakan kita sedikit pun, bahkan akan menurunkan ketenangan dalam hati kita. Saat kita yakin bahwa cinta sejati itu ada, maka ia hanyalah cinta untuk Rabb-nya. Kalau kita bersungguh-sungguh memendam rasa itu, hingga ia benar-benar menjelma menjadi cinta yang halal, Insya Allah, Allah pun tidak akan mengecewakan kita. Ia akan memberi pendamping surga terbaik untuk kita. Itulah hadiah bagi orang yang senantiasa menjaga kesucian cinta dan mengutamakan kecintaan pada Allah dari pada manusia.

Ada banyak hal yang belum kita tahu. Ada banyak keterampilan yang kita belum bisa. Ada banyak wawasan yang terlewatkan. Ada ribuan buku yang terbit tiap hari. Ada milyaran manusia yang belum kita kenal. Ada jutaan tempat yang belum kita kunjungi. Ada banyak kata yang belum sempat terucap dan tersampaikan. Ada banyak buah pikiran yang belum tersalurkan. Ada banyak ide dan rancang karya yang belum kita wujudkan. Demi Allah ada banyak ilmu yang belum kita amalkan. Tak ada waktu hanya untuk sekadar bermain-main dengan cinta yang semu. Marilah kita senantiasa menyibukkan diri kita dengan berbagai aktivitas surgawi. Kita sambut kedatangan belahan jiwa kita dengan persiapan yang benar-benar telah matang. Karena dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang bertujuan hingga ke surga, memerlukan bekal ilmu dan keterampilan yang tiada tara.

Bayangkan sejenak, ketika kita sedang bermaksiat dan melanggar larangan-larangan Allah, maka bisa jadi saat itu pula jodoh kita sedang melakukan hal yang sama di sudut dunia lain. Semua orang pasti mendambakan pasangan yang terpelihara kesucian dan kehormatannya. Termasuk mereka yang sedang tenggelam dalam lumpur cumbu rayu ikatan cinta yang haram.

Al-Qur’an adalah surat cinta dari Allah untuk kita. Seharusnya kita begitu rindu kepada Allah, dan al-Qur’an menjadi sarana untuk menumpahkan segenap kerinduan kita. Mengantarkan kita menjadi orang yang tidak punya tujuan dalam hidup ini, selain ingin berjumpa dengan Allah. Kita cari semua jalan yang akan mengantarkan kita menjadi orang yang bisa kembali pulang kepada-Nya dengan selamat. Kita teguhkan di hati terdalam kita, bahwa hidup di dunia ini hanya mampir sebentar. Keluarga, belajar, bekerja adalah ladang perjumpaan kita dengan Allah.

Jadikanlah hari-hari kita menjadi hari-hari yang penuh cahaya, cahaya hidayah serta cahaya ilmu. Semoga perjuangan kita dalam menjaga kesucian cinta juga berbuah pahala dari Ilahi. Dan bila kita tidak mendapatkan pendamping yang terbaik di dunia ini, moga Allah berkenan menghadiahkan untuk kita pendamping surga yang sesungguhnya, kelak di akhirat.

Allah menjanjikan lelaki yang baik untuk perempuan yang baik, perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik.

Yakinilah akan janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan pernah memungkiri janji. Marilah kita perbaiki setiap inci dari kehidupan kita, agar kita termasuk orang yang memperoleh pendamping surga terbaik. Allah tahu tentang diri kita lebih daripada diri kita sendiri. Maka Allah telah menetapkan untuk kita lebih baik dari pada apa yang kita kehendaki.

Belum tentu seseorang yang sekarang ini kita kagumi, cinta kita kepadanya telah menggebu, bahkan tanpa kita sadari kita sering “memaksa” Allah untuk menjodohkan dirinya dengan kita, juga baik menurut pandangan Allah. Bisa jadi esok hari ia berubah menjadi orang yang teramat kita benci, karena sedikit aibnya dibukakan oleh Allah. Percayakan saja jodoh kita di tangan Allah, insya Allah itu akan membuat hati kita jauh lebih tenang.

Wahai pendamping surga, aku yakin di belahan bumi sana engkau sedang berjuang meningkatkan keilmuanmu, memperluas wawasanmu dan menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas surgawi yang membuat Allah semakin mencintaimu.

Semoga Allah senantiasa menolongmu dalam setiap kesulitan, dan memberkahi setiap usahamu. Allah adalah cinta sejatimu yang tak kan pernah tergantikan dengan yang lain. Semoga Allah selalu menjagamu. Wahai pendamping surgaku, yang akan menjadi imam dalam keluargaku, ayah untuk anak-anakku, aku pun di sini sedang mengupayakan hal yang sama. Melakukan hal yang terbaik sebagai persiapan untuk menyambutmu.

Kadang aku lelah dan merasa jenuh dengan penantian ini. Tapi aku sadar, dalam penantian panjang ini adalah kesempatan yang diberikan Allah agar kita benar-benar mempersiapkan diri dengan limpahan ilmu dan kekuatan iman ketika mengarungi bahtera rumah tangga nanti. Sehingga kita dapat membawa cinta itu hingga ia kekal sampai surga. Bersabarlah sayang, karena Allah senantiasa bersama orang-orang yang sabar.

***

 

Posted in Islamic

Yang kita sering tanyakan, dan Quran sudah menjawabnya

Kita selalu bertanya tentang hidup ini, mengeluh kadang..Namun Al-Quran ternyata sudah  menjawabnya..

Kita bertanya: Kenapa aku diuji?
Quran menjawab , “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan ,” Kami telah beriman, dan mereka tidak diuji? Dan sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka , maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar , dan Dia mengetahui orang-orang yang berdusta.” [Surah al-Ankabut , ayat 2-3].

Kita bertanya : Kenapa aku tak mendapat apa yang aku idam-idamkan?

Baca Terus 😀 !

Posted in Islamic, Pengetahuan + unik

Perdebatan dengan seorang atheis

Kisah Nyata Perdebatan A. Hassan Dengan Tokoh Atheis

Saya ingin menshare tulisan ini karena isinya bagus dan berbobot, tentang cara berdebat A. Hassan yang unik dengan seorang tokoh atheis

 

 

Setelah berdebat dengan A. Hassan, tokoh atheis mengakui kekeliruan dan mengakui adanya Tuhan


Gedung milik organisasi Al-Irsyad, Surabaya, hari itu penuh sesat dipadati massa. Almanak menunjukkan tahun 1955. Kota Surabaya yang panas, serasa makin panas dengan dilangsungkannya debat terbuka antara Muhammad Ahsan, seorang atheis yang berasal dari Malang, dengan Tuan A. Hassan, guru Pesantren Persatuan Islam, Bangil. Meski namanya berbau Islam, Muhammad Ahsan adalah orang atheis yang tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, dan tidak pula meyakini bahwa alam semesta ini ada Yang Maha Mengaturnya. Ia juga menyatakan manusia berasal dari kera, bukan dari tanah sebagaimana dijelaskan Al-Qur’an.

Menurut keterangan Ustadz Abdul Jabbar, guru Pesantren Persis, yang menyaksikan perdebatan itu, hadirin yang datang cukup membludak. Lebih dari ratusan massa datang berkumpul, mengular sampai ke luar gedung. Mereka mengganggap perdebatan ini penting, karena Muhammad Ahsan, telah secara terbuka di Surat Kabar Harian Rakyat, 9 Agustus 1955, meragukan keberadaan Tuhan. Ia juga menolak keyakinan Islam bahwa orang yang berbuat kebaikan di dunia, akan dibalas di akhirat kelak. Ahsan berkeyakinan, segala sesuatu tercipta melalui evolusi alam, dan akan musnah dengan hukum alam juga. Dalam surat kabar itu, ia menyatakan lugas, “Pencipta itu mestinya berbentuk. Tidak mungkin suatu pencipta tidak berbentuk, “tulisnya.

Atas pernyataan itu, Hasan Aidit, Ketua Front Anti Komunis, menghubungi A. Hassan agar bersedia bertukar pikiran dengan tokoh atheis itu. Sebelumnya, Hasan Aidit dan Bey Arifin sudah melayangkan tantangan debat di forum Study Club Surabaya pada 12 Agustus 1955, namun rencana itu gagal. Ia kemudian menyusun rencana agar Ahsan yang atheis itu dipertemukan dengan A. Hassan, sosok yang dikenal ahli dalam berdebat soal-soal keislaman. A. Hassan dan Muhammad Ahsan bersedia bertemu di forum terbuka.

Singkat kata, perdebatan terbuka benar-benar terjadi. Karena dikhawatirkan akan berlangsung panas, maka panitia memberikan beberapa peraturan kepada hadirin yang datang menyaksikan. Hadirin tak boleh bertepuk tangan, tidak boleh bersorak sorai, tidak boleh saling berbicara, tidak menampakkan gerak-gerik yang merendahkan salah seorang pembicara, dan tidak boleh mengganggu ketentraman selama berlangsungnya perdebatan.

Sementara untuk orang yang berdebat dibuat aturan pula. Masing-masing berdiri di satu podium dan diberi mikrophone, kemudian saling bertukar pertanyaan dan jawaban. Sementara pimpinan acara, yaitu Hasan Aidit, duduk di sebuah meja didampingi seorang sekretaris untuk mencatat jalannya perdebatan. Tugas pimpinan acara adalah mengatur jalannya perdebatan, dan menegur siapa saja yang melanggar aturan.

Setelah dibuka dengan ceramah dari KH. Muhammad Isa Anshary, tokoh Persatuan Islam yang juga petinggi Partai Masyumi, acara pun di mulai. Perdebatan berlangsung dalam format tanya jawab dan saling menyanggah pendapat yang diajukan.

Berikut point-point penting dari ringkasan perdebatan itu. Tokoh atheis Muhammad Ahsan akan disingkat menjadi (MA), sedangkan A. Hassan disingkat menjadi (AH):

A.H: Saya berpendirian ada Tuhan. Buat membuktikan keadaan sesuatu, ada beberapa macam cara; dengan panca indera, dengan perhitungan, dengan kepercayaan yang berdasar perhitungan, dengan penetapan akal. Makatentang membuktikan adanya Tuhan, tuan mau cara yang mana?

M.A: Saya mau dibuktikan adanya Tuhan dengan panca indera dan perhitungan danberbentuk. Karena tiap-tiap yang berbentuk, seperti kita semua, mestinya dijadikan Baca Terus 😀 !

Posted in Islamic, Pengetahuan + unik

Fakta sejarah dibalik April Mop

Mungkin anda yang disini sudah pernah membaca tentang sejarah april mop ini,namun bagi yang belum baca monggo dibaca dahulu karena menurut saya penting tahu sejarah dibalik ini. Apalagi bagi yang beragama Islam,,wiih . enjoy it 🙂

Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu, sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau “The April Fool’s Day” berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, Baca Terus 😀 !