Posted in My life

Pengalaman Exchange ke Turki part 1

Sebuah pohon, monumen, dan burung-burung merpati. Pohon yang meranggas tampak cantik di sebuah alun-alun kecil di tengah kota. Ini musim dingin, pikirku. Meskipun aku tidak pernah berada di Negara yang mempunyai empat musim. Satu kata yang terpatri di otakku. Indah ! meskipun aku tidak tahu sama sekali dimana aku berada.

snow in bursa turkey

Dan aku pun terbangun oleh alarm yang berdering. Tentu saja itu hanya mimpi. Dan aku berlalu saja melupakan mimpi itu. Toh hanya mimpi. Tapi tentu saja impian itu, impian untuk merasakan negeri empat musim selalu berada di hatiku. Dan aku sedang memperjuangkannya sekarang. Lewat pamflet info yang kubaca tidak sengaja dari internet aku menemukan sebuah program untuk exchange keluar negeri.

Awalnya aku mengirim email sebagai proses seleksi tahap satu. Dan berkasku lolos dan aku dipanggil untuk wawancara. Aku ingat hari itu, aku lupa kapan tepatnya. Tapi kalau tidak salah pada bulan November 2013. Pertama kalinya aku diwawancarai seperti ini. Ada 2 orang laki-laki dan satu orang perempuan. Aku diwawancarai dengan Bahasa Inggris. Walaupun gugup, tapi syukurlah aku dapat menjawab pertanyaan dari mereka. Ada gunanya aku les bahasa inggris sejak SD kelas 6 sampai SMA. Juga aku berterimakasih pada temanku di Bogor yang kadang menemaniku mengobrol via skype dengan bahasa inggris. Kami saling membantu, waktu itu aku membantunya latihan untuk wawancara kongres farmasinya di Belanda. Dan ia membantuku untuk project ini.

Setelah lolos dari kampus. Mereka bilang aku harus mencari project sendiri. Jadi semua pilihan project dan Negara akulah yang menentukan. Tentu saja aku mengemail pengampu project negeri impianku, Turki. Namun sampai 2 minggu belum ada kabar. Aku menjadi gelisah. Akhirnya aku mencoba Negara-negara lain seperti Italia, Hungaria. Namun rejekiku bukan disana. Setelah tiga minggu akhirnya aku mendapat balasan dari pihak Turki. Yaitu di Kota Bursa dengan project Break Up The Barriers. Aku senang sekali, dan sehari sebelum wawancara aku latihan bersama teman baikku yang telah pulang dari Belanda. Annisa. Tentu saja itu banyak membantu untuk besoknya. Saat aku diwawancarai lewat skype, awalnya aku gugup sekali, namun aku berusaha untuk tetap tersenyum. Yang mewawancaraiku gadis turki cantik dan modis bernama Merve. Saat wawancara,ada beberapa pertanyaan yang kurang jelas sehingga aku bilang ‘pardon’ tetapi untungnya aku bisa menjawab. Dan aku benar-benar bahagia setelah ia bilang bahwa aku diterima dalam project ini.

Segera aku menyusun jadwal untuk membuat visa dan mencari-cari tiket pesawat. Untungnya orangtuaku sudah setuju dari awal jika aku ingin keluar negeri. Aku ingat aku pernah dijanjikan untuk diberikan hadiah umroh jika aku diterima di FK UNS. Lalu aku bilang kalau bagaimana hadiah umrohnya aku tukar dengan tiket ke Turki. Karena kufikir umroh bisa dilakukan nanti bersama orangtua, tapi kesempatan untuk exchange keluar negeri tidak bisa kapan saja. Alhamdulillah mereka setuju. Namun, bagi mahasiswi kedokteran yang paling sulit adalah mencocokkan waktu dan jadwal yang sesuai agar exchange ku tidak mengganggu jadwal akademik. Beruntung sekali project ku dimulai saat sudah selesai pecan ujian dan remedial pada bulan januari. Namun akhir projectnya aku bisa memakan 2 minggu waktu kuliah. Kemudian aku berkonsultasi dengan kaprodi, beliau bilang bahwa tidak ada pengganti. Jika aku ketinggalan ya harus mengulang. Aku tidak mau mengulang sebulan gara-gara exchange ku. Lalu aku memutar otak dan bernegosiasi dengan pihak Turki agar aku bisa kembali lebih cepat seminggu. Awalnya ia tidak setuju, namun dengan berbagai alasan akhirnya pihak panitia project mau memberikanku izin. Jadi aku akan menjalani project disana selama 5 minggu. Seharusnya 6 minggu.

Alhamdulillah pada bulan desember aku sudah memegang visa dan tiket yang kuurus di sela-sela jadwal kuliah dan ujian. Menunggu januari tiba, aku sempatkan menengok kebudayaan, tempat yang akan aku kunjungi, dan belajar sedikit bahasa Turki. Tidak lupa aku membeli oleh-oleh yang beberapa adalah saran dari kedubes Turki di Jakarta yang mewawancaraiku. Katanya orang Turki senang dengan pemberian, tidak perlu yang mewah. Sejenis teh, kopi karena mereka suka. Juga barang-barang tradisional. Khususnya untuk host family ku nanti.

Begitulah sepenggal kisah perjalanan sebelum aku memulai exchange di Turki. Untuk kelanjutannya akan dipost dalam blog pribadiku di snowyautumn.wordpress.com

Bagi teman teman yang penasaran, organisasi apakah yang aku ikuti untuk melakukan exchange ? jawabannya adalah AIESEC. Organisasi external ini dikelola oleh mahasiswa di banyak Negara dengan lingkup internasional. Teman teman bisa browsing soal organisasi ini lebih lanjut. Di lingkup kedokteran sendiri, ada organisasi internasional bernama IFMSA yang juga melakukan pertukaran mahasiswa kedokteran di lingkup internasional. Ada lagi pertukaran pemuda yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia, biasanya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Untuk SMA pun ada pertukaran pelajar bernama YES atau JENESYS. Pertukaran pelajar pun bisa ditemukan antara universitas satu dengan yang lainnya. Intinya, kita memang harus aktif mencari event event pertukaran mahasiswa/ pelajar jika memang benar benar berniat.

Pertukaran seperti YES, JENESYS, atau dari pemerintah biasanya ditanggung oleh pihak penyelenggara dan tentunya terdapat seleksi yang ketat. Namun, jika belum diterima, jangan berkecil hati, masih banyak event event pertukaran seperti AIESEC, IFMSA, dan lainnya yang masih membuka peluang. Namun pertukaran ini membutuhkan dana yang harus dicari sendiri oleh partisipan exchange. Lalu darimana dana yang dapat kita kumpulkan? Pertama bisa dari memasukkan proposal ke berbagai lembaga, atau pihak yang sekiranya bisa memberikan bantuan. Misalnya KEMENPORA, PEMKOT, maskapai, bahkan perusahaan. Kita juga dapat mengajukan proposal pada universitas maupun International Office di tempat kita menimba ilmu. Dan tentunya support dana dari orangtua.

Sekian sharing dari saya, semoga bermanfaat. (FDL)

Advertisements

Author:

Seorang mahasiswa yang senang mencari hal hal yang baru.Suka akan tantangan dan perjuangan dalam hidup.

2 thoughts on “Pengalaman Exchange ke Turki part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s