Perbaikilah perahumu,karena lautan itu sangat dalam

-Perbaikilah perahumu,karena lautan itu sangat dalam-

Kaget, heran dan seakan tak percaya, ketika ada di antara saudara, kawan, sahabat bahkan keluarga kita yang tiba-tiba pergi mendahului kita, ruh diangkat menuju tempat dimana tak ada satupun manusia yang mengetahui. Ya maut, takdir yang Allah gariskan ini tak ada yang tau kapan, bagaimana dan dimana jiwa kita berakhir. Seorang penyair berkata :

Manusia wajib bertobat, namun meninggalkan dosa itu lebih wajib lagi

Sabar dalam menghadapi musibah itu sulit, namun hilangnya pahala sabar itu lebih sulit lagi

Perubahan zaman itu memang sesuatu yang aneh, namun kelalaian manusia itu lebih aneh lagi

Peristiwa yang akan datang terkadang terasa dekat, namun kematian itu lebih dekat lagi.

Hanya memperbaiki dan memperbaiki kulitas hidup yang kita bisa, baik itu yang bersifat horizontal (dunia) apalagi yang bersifat vertical (akhirat).

Sedih yang mendalam rasa inilah yang menyelimuti bagi kita yang ditinggalkan, wajar karena kita adalah insan yang memiliki perasaan saling memiliki dan keterikatan satu sama lain. Baru saja kita bersamanya kemarin bersenda gurau, canda dan tawa.

Tiba-tiba mendengar kabar bahwa dia sudah meninggalkan kita menuju alam yang berbeda dengan kita, alam penantian antara dunia dan akhirat yaitu alam barzakh/kubur.

Ada peringatan dan pesan yang disampaikan untuk kita yang masih diberikan kesempatan usia untuk memperbaiki hidup kita ini.

Seandainya dia yang telah meniggalkan kita dapat berpesan kepada kita yang masih hidup mungkin hadits inilah yang akan disampaikannya, yaitu sabda Rassulullah yang berpesan kepada Abu Dzar Al-Ghiffari. Simaklah dan renungkanlah pesan ini :

Rasulullah saw pernah bersabda kepada Abu Dzar Al-Ghiffari ra. :

“Wahai Abu Dzar,
Perbaruilah perahumu, karena lautan itu sangat dalam;
Carilah perbekalan yang lengkap, karena perjalanan itu sangat jauh;
Kurangilah beban, karena rintangan itu amatlah sulit untuk diatasi dan;
Ikhlaslah dalam beramal, karena yang menilai baik dan buruk adalah Zat Yang Maha Melihat.”

Perbaruilah perahumu senada dengan perbaruilah niat kita hidup di dunia, untuk apa kita berlayar kalau perahu yang kita tunggangi ternyata rusak dan akhirnya bekal yang kita bawa habis tergiling oleh ombak. Setiap amal berbanding lurus dengan niat kita, maka niatkanlah setiap amal hanya semata karena-Nya dan mohonlah keselamatan dari siksa-Nya.

Kehidupan abadi di negeri akhirat itu menempuh perjalanan yang jauh dan rintangan yang amat sulit untuk diatasi seperti laut yang dalam gelap dan membutuhkan bekal yang lengkap dan memadai. Karenanyalah tak mudah kita untuk bisa sampai kepada kebahagiaan akhirat.

Maka dari itulah beban yang ada selama perjalanan haruslah dikurangi, terlalu banyak mengambil keduniaan mengakibatkan perjalanan kita semakin berat dan sulit ketika menghadapi rintangan. Sebagaimana pesan Rasulullah kepada Salman Al-Farisi yang berbunyi, “Hendaklah bagian kalian dari kekayaan dunia ini seperti bekal seorang musafir.”

Oleh karenanya beruntunglah orang yang dalam hidupnya benar-benar hanya mengharap ridha Allah (Abu Sulaiman Ad-Darini). Perkataan Ad-Darini ini mengacu pada sabda Nabi saw yang ditujukan kepada Mu’adz ra :

“Ikhlaskan niat, niscaya engkau akan menerima balasan amalmu meskipun amalmu itu sedikit.”

Hanya niat yang lurus, bekal yang lengkap, dan tidak terlalu banyak mengambil keduniaan yang akan menghantarkan perjalan hidup kita sampai pada kebahagian dan keberuntungan negeri akhirat yang kekal.

Peristiwa yang akan datang terkadang terasa dekat, namun kematian itu lebih dekat lagi.
Wallahu a’lam bishshowwab

_Sebuah Renungan_
Sumber:Muchamad Syihabulhaq@Eramuslim.com

5 Comments (+add yours?)

  1. Sucivarista Sury
    Dec 01, 2011 @ 16:44:54

    Nice statement sist, terkadng niat sudh baik tp godaan serng mnghampar shg kadg agk terlena dgn godaan. aplgi dri lingkungn skitar, kdg kta tertarik dunia mereka ka. terbsit keinginan besar untuk mengjk teman2 kak, aplgi yg diluar DKM untuk bisa sma2 meningktkan kualitas diri.
    mohn saran kk, DKM smanpala punya program utk MABID(malam bina iman dan taqwa) akan tetapi dari tahun sebelmnya kurg efektif ka, krena renungan yg disjikan tidak banyak didengar. menurut kk, apa yg hars qmi lakukn sbgai pengrus DKM utk mengefektifkan kegiatan MABID it ka? menurt kk, spesifikasi kegiatan yg baik seprti apa y ka?
    mohn bantuannya y ka….
    thx before..🙂

    Reply

    • snowyautumn
      Dec 28, 2011 @ 14:30:51

      hmm ..mnurut saya sih renungan yang lbh baik harus ada bedanya dengan yg biasanya..lebih di dramatis in misalnya,atau ditambah aktifitas yg lain selain renungan
      untuk membangun kader2 dkm yg tangguh dibutuhkan keistiqamahan,,gak cuma sehari dek.. itulah gunanya tarbiyah

      Reply

  2. Ittute Carrie Itta
    Dec 25, 2011 @ 10:19:09

    “Ikhlaskan niat, niscaya engkau akan menerima balasan amalmu meskipun amalmu itu sedikit.”…
    subhanallah………..

    Reply

  3. kilul
    Feb 27, 2012 @ 08:11:06

    bagus tpi aneh

    Reply

  4. snowyautumn
    Mar 06, 2012 @ 08:19:07

    @ittute: kata2 yg indah dan memotivasi ya🙂
    @kilul: jaman sekarang yg aneh itu malah bagus (loh),,asal ttp baik dlm agama..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: