Mendoakan mayit , apakah akan diterima ?

Hukum Mendoakan Mayit / orang yang sudah meninggal

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Langsung saja, saya ingin bertanya apa benar kalau kita berdoa bersama dalam rangka tahlilan mendoakan orang yang meninggal, doa kita bersama tidak akan sampai kepada si mayit karena ada hadis yang berbunyi: ketika seseorang meninggal, maka terputus lah segala amalnya di dunia kecuali 3, yaitu sodakoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang soleh. Jadi doa kita bersama tidak sampai kepada si mayit karena kita bukan anaknya, lalu bagaimana kalau si mayit belum diberikan anak oleh Allah selama hidup di dunia, jadi siapa yang bisa mendoakannya kalau anak saja tidak punya? apapkah ini tidak adil jadinya? Mohon penjelasannya.

jawaban ustadz  Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz from Eramuslim

Waalaikumussalam Wr Wb

Kebiasaan tahlilan yang dilakukan masyarakat pada hari-hari tertentu setelah seseorang meninggal dunia merupakan perbuatan yang tidak ada dasarnya didalam islam. Dan tidak jarang hal itu memberatkan dan membebankan keluarga si mayit jika mereka termasuk golongan orang-orang yang tidak mampu.

Adapun tentang doa bersama bagi seorang yang sudah meninggal yaitu seseorang berdoa sedangkan yang lainnya mengaminkan maka tidaklah mengapa meskipun yang lebih utama adalah berdoa dengan sendiri-sendiri.

Imam Muslim meriwayatkan dari Utsman bin ‘Affan, ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila telah selesai dari menguburkan mayit beliau berkata: “Mintakanlah ampunan untuk saudara kalian, dan mohonkanlah keteguhan untuknya, karena sesungguhnya sekarang ia sedang ditanya.”

Firman Allah swt :

وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

Arti)nya : “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb Kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hasyr : 10)

Imam Nawawi mengatakan, ”Doa, pahalanya akan sampai kepada si mayit demikian pula sedekahnya dan keduanya sudah menjadi kesepakatan para ulama.”

Sedangkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hirairoh bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal : dari sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakannya.” tidaklah menutupi diterimanya doa seseorang bagi seorang yang sudah meninggal dunia oleh Allah swt meskipun orang yang mendoakannya itu bukanlah anak kandungnya karena yang dimaksud dengan terputus amalnya adalah amal si mayit.

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Ad Darda’ dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) yang tidak hadir dihadapannya, melainkan malaikat akan mendoakannya pula: ‘Dan bagimu kebaikan yang sama.’

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Barangsiapa yang memohonkan ampunan bagi orang-orang beriman laki-laki maupun perempuan maka Allah menuliskan baginya dari setiap orang beriman laki dan perempuan (yang didoakannya) itu satu kebaikan.” (HR. ath Thabrani, al Haitsami mengatakan sanadnya baik. Syeikh al Albani menghasankan hadits ini)

Wallahu A’lam

 

About these ads

6 Comments (+add yours?)

  1. Firdausi Riyad
    Dec 05, 2011 @ 02:06:04

    manfaan doa kita…

    Reply

  2. bona
    Aug 08, 2012 @ 07:34:41

    pada dasarnya tahlilan itu tidak memberatkan keluarga yg si mayit..karena tidak slalu tahlilan itu harus menyiapkan hidangan..bukan tidak ada dasar tapi belum ada yg menyusun tahlil itu sendiri..isi tahlil itu sendiri berupa pujian dan do’a kepada ALLOH SWT..dengan harapan ALLOH SWT memberikan ampunan buat sang mayit..kalo di terima atau tidaknya do’a kita itu kehendak ALLOH SW..yg penting kita harus husnudzon kepada ALLOH janganlah kita bersu’udzon kepada ALLOH swt..

    Wallohu A’lam bisshowwaf

    Reply

  3. snowyautumn
    Aug 29, 2012 @ 06:39:35

    iya.. memang jika tahlilah bukan diniatkan sebagai tradisi saja. tapi kalau diniatkan untuk beribadah kepada Allah saya fikir itu baik

    Reply

  4. H.M.Yusuf.Sitepu
    Dec 22, 2013 @ 08:06:18

    • Allah berfirman :
    “Al Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini “.(Al-Jatsiyah: 20).

    • Allah berfirman :
    “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu..( QS. Al-Maaidah ayat 3.)

    • Allah berfirman :
    “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan agama itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa naf-su orang-orang yang tidak mengetahui “.(Al-Jatsiyah: 18).

    Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya), (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertobat,. .(Surat Qaf,(50);28-33)

    • Allah berfirman :
    “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.( Al-Hasyr(59):7)

    • Allah berfirman :
    “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.” (An-Nur: 63).

    • “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu”. [QS. Al-Ahzaab: 21]

    Dari Ummul mukminin, Ummu ‘Abdillah, ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan agama kami ini yang bukan dari kami, maka dia tertolak”.
    (Bukhari dan Muslim. Dalam riwayat Muslim : “Barangsiapa melakukan suatu amal yang tidak sesuai urusan kami, maka dia tertolak”) [Bukhari no. 2697, Muslim no. 1718]
    Pelajaran yang terdapat dalam Ayat ayat.hadits ini :
    1. Setiap perbuatan ibadah yang tidak bersandar pada dalil syar’i ditolak dari pelakunya.
    2. Larangan dari perbuatan bid’ah yang buruk syari’at.
    3. Islam adalah agama yang berdasarkan ittiba’ (mengikuti berdasarkan dalil) bukan ibtida’ (mengada-adakan sesuatu tanpa dalil) dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah berusaha menjaganya dari sikap yang berlebih-lebihan dan mengada-ada.
    4. Agama Islam adalah agama yang sempurna tidak ada kurangnya.
    5. Haramnya berbuat bid’ah dalam agama.
    6. Setiap amalan yang terbangun di atas bid’ah, maka ia tertolak atas pelakunya.
    7. Setiap larangan (untuk melakukan sesuatu) mengandung kerusakan (pada sesuatu tersebut).
    8. Sesungguhnya amalan yang shalih, jika dilakukan tidak sesuai dengan syariat, maka amalan ini batil dan tidak dianggap sama

    Reply

  5. H.M.Yusuf.Sitepu
    Dec 22, 2013 @ 10:07:48

    • Allah berfirman :….yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna, dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu), dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis, dan bahwasanya Dialah yang mematikan dan menghidupkan, ( An-Najm /53 : 38-43 )
    Ibnu Katsir dalam menyebutkan tafsir ayat di atas mengatakan, “Sebagaimana tidak dipikulkan atasnya dosa orang lain, demikian pula ia tidak mendapat pahala kecuali dari usahanya sendiri. Dari ayat yang mulia ini, Imam Syafi’i kemudian mengambil kesimpulan bahwa bacaan Al-Qur’an tidak sampai pahalanya, jika dihadiahkan kepada orang-orang mati. Sebab pahala itu tidak dari amal atau usaha mereka. Karena itulah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam tidak mengajarkan hal tersebut kepada umatnya, juga tidak menganjurkan atasnya, tidak pula menunjukkan kepadanya, baik dengan dalil nash atau sekedar isyarat. Yang demikian itu menurut riwayat juga tidak pernah dilakukan para sahabat.

    Reply

  6. Ronald Cameron
    Feb 01, 2014 @ 15:23:10

    Maksud dari hadist ini ”Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal : dari sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakannya.”

    1. Terputusnya amal yang diperbuat oleh si mayit waktu hidup didunia kecuali simayit dulu bersedekah jariyah dan memberikan ilmu yang bermanfaat kepada umat dan terpakai ilmu tersebut secara berkesinambungan dan mendidik anak anaknya atau anak anak yang lain menjadi sholeh dan berjalan pada jalan kebenaran. ini lah janji 1(satu) kebajikan berkesinambungan dari Allah akan tetapi ingat perbuatan yang lain tetap akan di hisab sesuai amal perbuatan simayit sesuai kadar kesalahan dan kebajikan yang dia buat sewaktu didunia

    Wallahualam

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 38 other followers

%d bloggers like this: