Catatan 20 maret 2010 ,,its about Palestine and Al Aqsha

Sebenarnya catatan ini berasal dari Murobbi-ku (inisialnya Q.A)yang menge-tag aku di fb..
Kaget,dan ketawa tawa sendiri karena bisa dibilang aku yang menjadi tokoh utamanya *o* (silau)
Ini pengalaman pertamaku loh ikut hal yang seperti ini,,
dan juga InsyaAllah bukan pengalaman terakhirku
hehe…
***********
Bismillah…
20 Maret 2010
HI dan Monas memutih lagi. Setelah sekian lama kangennya sama kegiatan aksi. Seingatku, terakhir aksi itu januari 2009…udah setahun ye? Lama juga…Dan akhirnya, kemarin adalah pengobat rindu! Hahay, berhasil pula nyulik satu anak SMA…Hehehe.

Sini dik, kubisikkan sesuatu…
“Jangan lihat bendera yang dibawa. Apakah itu PKS, PeKaSe, atau apapun nama lainnya…ga ngaruh! Lihat isunya, kami melangkah disini bersama karena ikatan persaudaraan. Karena kami cinta ikhwah palestine.”
Adikku itu, hanya senyum dan manggut2…Meski saya yakin, dia pasti kaget banget ngeliat kostum kami dan bendera partai yang kiwar-kiwir memenuhi Monas. Hehehe, maaf ya dik…tapi suatu saat kau pasti akan paham, bahwa yang mempersatukan kami disini bukanlah partai. Hanya mereka yang berfikiran sempit, menilai lelahnya ikhwah melangkahkan untuk menjual sensasi kepartaian.

Saya senang ketika kau begitu seriusnya memperhatikan para ustadh kita berorasi. “Teh, yang mana namanya Ust. Hidayat Nurwahid?”, tanyamu sambil menjinjitkan kaki. Kutunjukkan beliau, seorang pemimpin dulu, saat ini dan masa depan …insyaAllah. Hoh, wajah teduh ustadh-ustadh kita. Sejuk. Meski jujur, tidak semuanya saya kenal. Namun selalu ada desiran halus ketika mendengar mereka berorasi. Subhanallah!

“Sudah kau rasakan sensasi ‘merindingnya’, dik?” tanyaku di sela-sela yel aksi. “Udah teh..”, jawabnya. Meski mungkin dia bertanya dalam hati, merinding apanya sih teh…? hehehe. “Kamu tau, aksi ini mungkin tidak akan merubah signifikan nasib ikhwah kita di Palestine. Tapi jangan berfikir, bahwa lelahmu berdiri lama disini tidak berdayaguna apapun. Dunia akan melihat, disini ada banyak media yang meliput. Dan percayalah, banyaknya kita berkumpul disini mampu membangkitkan daya juang ikhwah palestine.” Dan dia mengangguk-ngangguk setuju.

Mulai beranjaklah kami dari Monas menuju HI. Ribuan orang, subhanallah…luar biasa! Satu hal, yang membedakan aksi ikhwah dengan yang lain adalah banyak masa anak kecil. Hehehe, kupikir di jalanan seperti inilah anak-anak akan diajarkan militansi. Meski saat ini mungkin mereka belum mengerti, tapi tak apalah…libatkan mereka. Rasa militan itu insyaAllah akan terbangun perlahan pada jiwa mereka.

Saat berjalan-jalan jauh itu, tiba-tiba adikku nyelutuk “Teh, kira-kira berapa duit ya kalau ada orang yang mau mengerahkan masa sebanyak ini?” “Hoh…? Kamu pikir siapa yang mampu bayar orang sebanyak ini, dik? ” tanyaku. “Ga sih teh, cuma tanya aja…hehehe” Umm, jadi sedikit merenung. Siapa ya, yang bisa menyogok kami untuk cari sensasi di jalanan? Sebanyak ini…? Semeriah ini…? Yang ada justru kami lah yang ngebayar. Infak…sunduq palestine…ongkos…halah…halah, bukan jumlah yang kecil. Ah, lupakanlah mereka yang menuduh kita dibayar untuk mau berada di jalan. Tak usah dimasukkan ke dalam hati, toh kita pun tak mau mencari penghargaan dari manusia. Kalau mau cari perhatian, cukup sama Allah aja kan? Sepakat?

Keliling HI…kembali ke Monas. Kulihat wajah adikku mulai kecapaian. “Hehe, cape ya neng?” “Mm, iya sih…tapi ngga juga.” katanya sambil cengir-cengir. Duh ni anak, maaf ya…definisi ajakan rihlah alias jalan-jalanku ya seperti ini. Hihi… “Lihat deh, dik…Ada ibu-ibu yang jalan sambil mengendong anaknya. Meski dia harus berhenti berkali-kali, kemudian melanjutkan jalan lagi. Hebat kan? Mangkanya, semangat dunkz!” kataku memberi semangat. “Iya teh, semangat!”, meski saya tahu dia pasti lelah dengan sangat karena jalan pulang sehabis aksi pun pun kita puter dari monas ke stasiun juanda. Hehehehe =P

Kau tahu dik, betapa malu nya kita ketika jasad ini masih begitu sehat dan kuatnya namun menolak untuk bergabung dalam barisan. Meski hanya berdiri mendengar orasi, berjalan dengan jarang yang tidak seberapa, tapi lihatlah sekeliling…ada banyak ibu yang membawa anak dengan tas gembolan cukup besar. Bandingkan dengan kita yang membawa tas berisi minum untuk diri sendiri, pantaskah untuk kepayahan? Pantaskah untuk mengeluh? Pantaskan untuk menolak bergabung…?

Dan ketika kau mungkin pusing dengan sedemikian banyaknya bendera partai di sekelilingmu, tak usah kau pedulikan simbol-simbol itu. Kamu ada disini, dalam barisan ini…karena kamu peduli palestine dan itu cukup. Jangan juga kau risaukan mereka yang usil dalam bicara. Menilai kita mencari sensasi di jalanan. Hahaha, kalau mereka merasakan bagaimana rasanya turun ke jalan…panas-panasan…menyiapkan transport dan konsumsi…menjaga masa dari mulai berangkat hingga pulang…bahkan seringkali kudu nombokin dana dengan uang sendiri, mereka pasti mingkem. Saya jadi ingat celutukanmu, dik…”Siapa ya teh, yang kira-kira bisa ngebayar orang sebanyak ini…?” Siapa ya, dik? Siapa orang yang bisa membeli rasa persaudaraan ini? Siapa orang yang bisa membeli rasa peduli ini? Hingga kita semua mau melangkah bersama di hari itu. Meski kita basah kuyup karena hujan di siang bolong. Siapa ya, dik? Siapa yang orang yang bisa membuat kita dengan mudahnya mengeluarkan dana ketika panitia biru-biru mengulurkan kantong infaq mereka?

Dan cukuplah ayat ini menjadi jawaban, bukan…?
“dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yg beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka. Tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka . Sungguh Dia Maha Perkasa, Maha Bijaksana” (Al-Anfaal: 63)

Saya senang kamu ikut bergabung, dik…Meski harus pulang malam dan basah kuyup karena kehujanan. Saya senang dik, walau kamu belum sepenuhnya paham kenapa harus ikut dalam aksi tersebut. Semoga tidak pernah bosan ya…^^ dan semoga Allah membalas rasa penasaranmu dengan keyakinan dan kemantapan dalam hati.
Dan untuk adik-adikku yang besok harus UN sehingga tidak sempat merasakan turun ke jalan: Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kalian dalam berjihad ilmi. Insya Allah ^^
****

So sweet yah ..??
Semangat Jihad!

12 Comments (+add yours?)

  1. awan.biru
    Mar 22, 2010 @ 13:10:17

    aaaaa subhanallah.. ><
    aku belum pernah ikut aksi..
    ngebaca ini bikin … bikin apa ya? haha

    kapan-kapan ajak nisop ya? ^^
    -pernah ngasih apa saya untuk saudara2 di sana? bhkan tau kabar terbarunya saja kdg tidak.. Yaa Allah..-

    Reply

  2. snowyautumn
    Mar 22, 2010 @ 13:37:37

    Teh icop:
    wew…bner2 pengalaman yg keren teh ikut aksi ginian…membakar ghiroh jihad dan persaudaraan ..hehe..
    sip lah aku bakal ngajak teteh InsyaAllah ^__^
    ngasih doa aja dulu klo gtu teh🙂

    Reply

  3. elangfajar
    Mar 22, 2010 @ 14:47:59

    waw… seru banget kayaknya…

    Reply

  4. yory
    Mar 22, 2010 @ 15:32:26

    anak yang di ceritakan,kira2 umur brp?

    Reply

  5. Adit
    Mar 22, 2010 @ 16:11:49

    Shubanallah . .

    pasti berkesan banget ya?

    jadi pengen ikut kalau ada aksi membela saudara kita di Paletina

    Reply

  6. bunga
    Mar 23, 2010 @ 04:31:39

    🙂

    Reply

  7. snowyautumn
    Mar 23, 2010 @ 13:20:39

    @ a elang: hehe…iya ,bukan seru aja,tapi pengalaman yang berarti🙂
    @ yory : wah..dia baru menanjak umur 16 tahun..
    @ adit : iya berkesan🙂 ..jadi bisa lebih merasakan kalau muslim itu seperti satu tubuh,bila bagian lain sakit,yg lain jg akan merasakanny (solid)

    Reply

  8. q.a
    Mar 27, 2010 @ 13:59:14

    siapa yang sweet…? daku ya? hahaha, jadi GR…=P

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s