Dear Patients, Terimakasih telah Mengajarkan Kami untuk Bersyukur

 

Sudah sekian bulan aku menimba ilmu di RS Moewardi, tempat dimana aku menjadi koas, tahap melangkah untuk menjadi dokter. Di stase anak ini, aku diingatkan untuk banyak bersyukur dan belajar luasnya kesabaran serta besarnya cinta dari para orangtua pasien. Saat jaga, aku bertemu dengan pasien untuk mengecek vital sign seperti tensi, suhu, nadi dan ritme pernapasan. Kadang kadang aku mengobrol dengan orangtua pasien. Seperti anak D yang berumur belasan tahun. Rambutnya rontok semua tinggal beberapa helai saja. Ini pasti pasien kanker, karena kemoterapi yaitu pengobatan kanker tersebut memang bisa membuat rambut rontok.
“Ibu sudah berapa lama pengobatannya?” Kataku
“Ini sudah jalan hampir satu tahun..”
“Kemarin ada acara wisuda survivor kanker ya bu di RS ini..”
“Iya kemarin anak saya sudah disiapkan pergi kesana juga. Tapi yang bertugas jemput lupa jemput anak saya..”
“Oh begitu… hmn berarti anak ibu sudah benar benar sembuh ? Sudah bersih bu dari penyakitnya?”
(Karena rata rata pasien2 anak kanker yang diwisuda itu sembuh sekitar 2, 3 tahun namun ada juga yang satu tahun. Berarti anak ini termasuk yang cepat juga)
“Iya alhamdulillaah sudah sembuh dari kankernya.. tapi ini masih dirawat disinj karena anak saya terkena penyakit ginjal juga..”
“Semoga cepat sembuh ya bu..”

Di lain kesempatan saat aku jalan di bangsal RS kulihat anak D didorong dengan bed RS dan ia menangis sambil berbaring..
Rasanya sedih ketika melihatnya.. sungguh dia diuji dengan berbagai penyakit yang dideritanya.. begitupula ibunya yang tetap sabar setelah sekian lama. Bahkan saat jaga waktu itu ibunya senang sekali melihat anaknya yang sudah mau makan nasi dan ayam karena 2 minggu sebelumnya tidak berselera makan akibat kemoterapi.

Saat jaga pun aku menemukan berbagai anak yang menderita kanker kanker lainnya.
Salah satu anak yang masih balita matanya menonjol keluar bahkan sampai tidak bisa menutup kelopaknya, juga kesakitan memegangi mulutnya. Saat kulihat ternyata di rongga mulutnya pun terdapat massa yang seperti kanker.. ya Allah.. semoga menjadi penebus dosa karena buah kesabaran orangtuanya juga..

Aku jadi ingat saat aku stase THT, ada kenalan ku, seorang mbak dari psikologi yang waktu itu mengantar anak binaannya. Dia pintar sekali menggambar. Anak laki laki belasan tahun itu terlihat kurus. Katanya dia kehilangan berat badannya berkilo kilogram selama 1 bulan. Ingin memeriksakan lehernya yang timbul benjolan. Setelah diperiksakan ternyata itu adalah limfoma hodgkin. Suatu keganasan atau kanker.
Setelah sekian lama aku berpindah stase, di stase anak aku mendapat kabar bahwa anak itu telah meninggal.. innalillahi wainna ilaihi rajiun..
“Padahal anak itu baik sekali dan kooperatif sekali saat diperiksa. Orang baik seringkali dipanggil cepat ya oleh Allah..” begitu kata mbak yang memberitahuku.
Aku kaget, karena baru beberapa bulan aku melihat anak itu diperiksa pertama kali..
Semoga Allah mengampuni dosanya dan memberikan rahmat atas kesabarannya..

Begitulah sekelumit cerita pasien pasien di RS Moewardi. Sebenarnya banyak sekali kasus kasus seperti itu karena RS ini memang termasuk rujukan di jateng..
Maka ketika ingat kepada pasien tersebut, aku selalu diingatkan untuk terus bersyukur. Ada orang2 yang diuji seperti itu dalam hidupnya.. sedangkan kita tidak. Maka nikmat Allah yang mana lagi yang hendak didustakan?
Ketika kita ditimpa ujian pun kita bisa belajar kepada mereka.. dengan semangat untuk hidup dan kesabaran.. Insyaallah semua kesengsaraan akan menjadi penebus dosa, agar kita semakin bersih, bertemu kembali dengan Sang Pencipta.

“Katakanlah (Muhammad), ‘Wahai hamba hambaKu yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.’ Bagi orang orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.”
[Qs. Az-Zumar: 10]

Solo, 17 Februari 2016
-by FDL

Harta: Mengapa Kita Harus Berkecukupan ?

sunset in ortakoy

“Money makes your life easier. If you’re lucky to have it, you’re lucky”

Buat sebagian orang, uang itu enggak penting. Sayangnya, hampir semua yang penting-penting butuh uang. Seenggaknya untuk tiga kebutuhan paling dasar: sandang, pangan, papan. Ada penganan untuk dimakan, pakaian untuk dikenakan dan bangunan untuk berkesibukan. Tapi, kebutuhan enggak berhenti di situ. Kita juga berencana untuk berpasangan, berketurunan dan bertualangan. Untuk ketiganya, diperlukan simpanan.

Pernahkah di satu waktu kamu cicipi dua kenyataan? Ibarat mata koin yang berdempetan tapi wajahnya berlainan. Legit juga pahit. Saya pernah, rasanya unik.

Di satu sisi, seorang sahabat baru aja menuntaskan rasa cemas di momen kelahiran anak perdana. Lega nan bahagia. Untuk biaya bersalin, pos khusus disisihkan secara berkala dari kantong pribadi. Saat proses menegangkannya usai, puluhan juta rupiah harus dibayarkan untuk ongkos persalinan dan pengobatan. Jumlahnya memang enggak kalah menegangkan. Namun, cuma bermodalkan ketegangan enggak serta merta melunaskan tagihan. Tetep. Harus ada duit.

Di sisi sebaliknya, seorang pekerja bangunan langganan keluarga mendadak mampir ke rumah untuk mengadu penuh sendu. Ia tengah dilanda kerepotan hebat selepas persalinan sang istri. Bayinya terlahir sungsang sehingga harus ada dana tambahan untuk memuluskan kepulangan istri dan anak tercinta ke rumah kontrakan.

Di lubuk hatinya yang terdalam, ia bingung dan malu. Bingung harus mengupayakan pinjaman kemana dan malu karena akhirnya kepada kamilah ia memohon iba. Raut wajahnya nelangsa. Lisannya terbata-bata bercerita tentang ketidaksanggupannya membayar beban sebesar empat juta. Iya, empat juta. Harga yang enggak lebih mahal dari ponsel pintar yang kita semua punya. Jumlah yang cuma sepersekian saldo tabungan kita.

Dua orang di dua kenyataan sama-sama resmi jadi bapak, tapi urusan duit membedakan jalan cerita. Mereka yang mampu, dilimpahkan kelancaran. Mereka yang enggak mampu, dilimpahkan ketabahan. Biarpun, mutlak harus ada dana yang besarnya butuh bertaun-taun menabung untuk pengeluaran persalinan. Besaran angka yang mahalnya enggak terduga namun sepadan untuk keistimewaan menimang keturunan.

Dulu saya heran dengan alasan untuk jadi berkecukupan. Kenapa harus sejahtera? Kalau motifnya kebahagiaan, toh banyak yang kaya tapi enggak sentosa. Lagian kalau kebutuhan udah terpenuhi untuk menghidupi diri sendiri dan keluarga, keinginan kan harusnya selesai. Ada sebagian yang enggak mau numpuk harta banyak-banyak. Secukupnya, katanya. Tapi apadaya kalau keinginannya enggak pernah selesai. Jadinya, enggak pernah cukup karena keinginan selalu membalap kebutuhan.

“Pa, kenapa kita harus berkecukupan?” tanya saya penasaran di satu sore. “Enggak akan ada habisnya kalau kamu cuma ingin sejahtera sendirian. Alasan kenapa kita harus berkecukupan, biar bisa mencukupi orang lain” jawab papa.

Nyatanya, mementingkan diri sendiri enggak akan ada ujungnya sejak kita tercipta sebagai makhluk yang enggak pernah puas. Bukankah harta adalah titipan-Nya untuk bekal tinggal di dunia yang sementara? Kenapa harus menggilai sesuatu yang enggak dibawa mati? Berharta dengan bijak berarti melibatkan pikiran sehat untuk menjauhi keserakahan dan mau mengalokasikan pundi demi maksud berbagi.

“Never respect men merely for their riches, but rather for their kindness; we don’t value the sun for its height, but for its use”. Harta ialah benih penuh guna untuk disebar pada ladang kebermanfaatan yang bisa menghidupi orang lain. Dengan benih dan cara tanam yang baik, besar kemungkinan untuk kita bisa memanen hal baik. Investasi kebaikan. Juga sebaliknya. Berharta bukan karena ingin ditinggikan, tapi karena harus memberdayakan.

Betapa panjang jalur distribusi rejeki yang datang dari-Nya, betapa banyak manusia yang berpartisipasi jadi perantara dalam penambahan tiap sen uang kita. Andai kita lebih sering inget betapa ajaibnya kisah para dermawan yang semakin mapan, malah semakin rajin menyalurkan bantuan. Semakin rajin menyalurkan bantuan, malah terus tambah mapan. Mungkin kita cuma lupa, kalau urusan rejeki sepenuhnya enggak pernah masuk dengan itungan logika.

Kenapa harus takut pada kemiskinan saat kita menghamba pada Dzat Yang Maha Kaya. Percayalah, berupayalah.

source: satriamaulana.tumblr.com

Kaya atau Miskin, manakah yang lebih baik ?

kaya atau miskin

kaya atau miskin

Sebenarnya tulisan ini terinspirasi dari tulisan Salim A Fillah dibukunya Lapis Lapis Keberkahan
Saya baru selesai membaca bagian tentang rizqi.
Dan saya semakin merasakan tulisan itu masuk kedalam dunia yang saya lihat..

Saya pernah bertamu ke keluarga yang sederhana. Rumahnya, suasananya..
Namun akhlaq orangtua dan anaknya adalah khair. Bagus. Ketika azan berkumandang, sang ayah lantas segera pergi ke masjid terdekat. Begitu pula ibu dan anaknya yg langsung menunaikan shalat. Subhanallah..

Di lain kesempatan saya teringat di sebuah rumah lain, yang serba berkecukupan, tv nya terdapat channel dari berbagai negara, sofa dan kasur empuk, gadget dgn banyak hal menarik, makanan yang serba wah. Tetapi ketika azan berkumandang, sang ayah jarang sekali pergi ke masjid untuk shalat berjamaah, ibu masih sibuk dengan pekerjaannya, anak-anak ada yang masih bermain dengan gadgetnya atau menonton bioskop tv yang saking asyiknya, membuat mereka lalai. Shalat jadi diulur ulur. Mungkin baru sejam setelah azan barulah shalat.
(Astaghfirullah, peringatan buat saya juga)

Dan tahukah apa bedanya dari keluarga yang kaya dan kurang itu -dari segi harta

Jelas bedanya adalah keimanan

Jadi miskin lebih baik? Bukan. Bukan itu maksud saya.

Jadi teringat dalam buku salim A fillah, ada kisah seorang ulama yang dicegat yahudi miskin. Ia bertanya dalam sebuah hadits “dunia adalah surga bagi orang kafir dan penjara bagi org mukmin”
Yahudi itu bilang kalau ia miskin berarti ia mukmin. Dan ulama itu kaya berarti ia kafir.
Namun jawab ulama itu bukan begitu maksudnya.
Penjara bagi mukmin karena ia tahu bahwa kenikmatan dunia tdk ada apa2nya dibanding surga. Dan surga bagi org kafir karena apa2 yg dirasakan didunia adalah lebih baik dr adzab keras di neraka.
Akhirnya yahudi itu pun masuk Islam karena takut akan penderitaan di neraka yang menyala.

Lalu manakah yg lebih baik?kaya atau miskin?
Lagi lagi
Itu semua tergantung keimanan
Bagaimana ia menyikapinya…

Dalam buku lapis lapis keberkahan, ada sebuah tanya jawab tentang hal itu.
Ketika seorang alim, Imam Sufyan Ats-Saury ditanya tentang “manakah yang lebih baik, orang miskin yang sabar, atau orang kaya yang bersyukur?”

Maka ia menjawab:
Baca surat ‘Shaad’ dalam al quran.
“Dan Kami karuniakan kepada Dawud, putranya Sulaiman. Dialah sebaik baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat kepada Tuhannya.” (Qs.Shaad: 30)

Dilain ayat
“Sesungguhnya Kami dapat Ayyub sebagai orang yang sabar. Dialah sebaik baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat kepada Tuhannya.” (Qs.Shaad: 44)

Sulaiman AS adalah org yg amat kaya. Bahkan kerajaannya tak pernah tersaingi hingga hari akhir. Ia dapat memerintah bangsa jin bahkan hewan. Namun ia adalah hamba yang amat bersyukur dan taat kepada Allah..

Sedangkan Ayyub AS saat sakit adalah org yg tidak punya apa2, sakit keras hingga istrinya menjauhi dirinya. Namun ia adalah hamba yang amat bersabar lagi taat kepada Allah..

Maka lagi2 keimanan jawabannya..

Jadi kaya atau miskin maka berusahalah agar kebutuhan kita tercukupi. Sisanya adalah tawakkal.
Sebanyak atau sedikit harta yang kita miliki kuncinya adalah qanaah. Merasa cukup atas pemberian Allah. Maka kita akan merasa tercukupi.

All from Allah. All back to Allah..

Rezeki dimana saja maka jagalah selalu kehalalannya..
insyaallah barokah..

Dan sesungguhnya kaya itu bukanlah harta, tetapi kekayaan sejati berada di jiwa..

Ittaqullah

Galau ? Bacalah Tulisan ini..

say no to galau

say no to galau

Meskipun galau arti sebenarnya adalah bimbang, bingung, ragu. Tetapi makna galau ini sekarang sudah bergeser kepada: gelisah akibat si dia / doi (lawan jenis bukan mahram) yang…. bla bla bla

Galau akibat doi beralih ke hati lain lah, galau akibat gak pede sama doi lah, galau mikirin doi suka sama kita apa nggak, galau mau nikah kapan, sama siapa dan lain sebagainya..

Sebenarnya wajar, jika setiap manusia pernah merasakan galau. Cinta, Suka (apa nafsu ya?) adalah fitrah nya manusia. Malah aneh ketika manusia gak pernah merasakan suka atau sekedar kagum lah ya. Mungkin dia ada kelainan hormon atau hal yang tak normal lainnya.

Aku pernah iseng menanyakan ke temen kuliah , tentang orang yang dikagumi. Eh jawabnya: “kok aku gak pernah ngerasain yang kaya gitu ya, gatau ya pikiranku masih kayak anak kecil aja. datar datar aja tuh perasaanku” . Nah! yang kayak gini menurutku malah aneh, masa sih ya gak pernah merasakan hal yang seharusnya sudah menjadi fitrah manusia? . Entahlah dia yang gak ngerti maksud dari kata kagum apa emang ada orang sepolos itu..hhe

Tapi nih, rasa kagum itu sebenarnya mengganggu kalau kamu sudah berlebihan merasakannya. Ada seorang teman yang anehnya dari dulu perasaannya gak mau move on sama seseorang. Aku sih ngeliatnya kasihan. Dia mikirin doi terus, berharap berjodoh sama doi. Padahal, yang dia taksirin belum tentu mikirin si temenku ini.. hmm. Kan kecewa dan sakit hati sendiri tuh kalau si doi akhirnya malah nikah sama orang lain.

Jadi kalau yang bener nih, meskipun itu adalah fitrah, tapi haram untuk diumbar-umbar sebelum pernikahan, kawan..

Meskipun kamu bilang itu kekaguman, jangan sampai malah mengganggu shalatmu (yang malah mikirin dia), atau menggiringmu pada khalwat (berdua-duaan) yang notabene dilarang agama.

Eits jangan salah, sekarang khalwat bisa beralih ke media macam internet, hp, bbm, dsb. Ente awalnya bilang cuma temenan, eh lama2 ada rasa, dan beralih kepada maksiat.. Na’udzubillahimindzalik

“…Janganlah seorang laki-laki berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita, melainkan yang ketiga dari mereka adalah setan…”(HR. Tirmidzi, no.2165)

Jadi nih kalau mau curhat, curhat lah ke teman yang sejenis, orangtua, atau kalau mau plong langsung ya ke Allah SWT..

Dan dalam Islam itu, sebenarnya udah ada hukum untuk pacaran, kawan

Pacaran itu bahaya. Bisa mengarah ke zina. Nih ada rambu-rambu dari Kitab Allah kunci kalau tidak mau tersesat dalam dunia yang fana ini:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”
[Qs. Al – Isro’ : 32]

Kita sebagai manusia diilhamkan untuk bisa memilih jalan yang fujur (buruk) atau tawa.. Maka orang cerdas adalah orang yang bisa memilih jalan kebaikan, kan kawan.. keburukan berawan dari nafsu, dan Nafsu itu bisa dikendalikan kok..

Nih, ada statement menarik  dari sebuah kajian yang aku dengarkan, buat yang galau:

“Orang yang galau tapi belum siap nikah itu sebenarnya kurang sesuatu : Dzikrullah..”

Orang yg mengingat2 orang lain terus berarti kurang dzikir, kurang mengingat Allah. Padahal seharusnya orang yang benar-benar beriman itu yakin bahwa pada waktunya, seorang yang sudah dipasangkan dalam Lauh Mahfudz Nya akan benar-benar datang..

Tak perlulah buru-buru..

Sabar..

Kalau sudah siap, barulah berikhtiar..

Jadi, ingat ya.. setiap galau ? Ingat Allah.. Ingat akan janjinya.. Takdirnya..

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Ruum :21)

Allah lagi, Allah lagi, Allah terus

Keep Allah always in our heart..

Kehidupan ku di Solo (bagian 2)

Sudah tiga tahun lebih aku merasakan hidup di kota yang indah bernama Surakarta, atau nama lain keren nya, Solo
Ingin melanjutkan artikel sebelumnya, yang juga bercerita tentang semester pertamaku di Solo
Ternyata setelah 3 tahun banyak hal-hal yang kuketahui disini

*Solo punya banyak acara menarik tiap bulan dan tahunan nya!
Contohnya:
1. berbagai macam festival
bulan ini saja (september) ada festival lampion sekaligus permainan-permainan anak dan dewasa seperti bianglala, ombak banyu, kora-kora , bola diatas air, dsb di alun-alun (lapangan) solo

Belum lagi tiap tahun ada Solo Batik Carnaval, SIPA (Solo International Performing Arts) yang menampilkan seni dalam dan luar negeri dan bisa nonton gratis pula, juga festival2 lainnya (lihat info kota solo)
Jadi bagi yg suka jalan2, fotografi dan seni cocok bgt dateng ke solo

2. Solo Islamic Bookfair dan Pameran Komputer
Bookfairnya diadakan sekitar 3 bulan sekali di kompleks Goro As-Salam hypermarket, dan pameran komputer biasanya 4 bulan sekali di Hotel Diamond (pakai tiket masuk sekitar 5 ribu) . disana buku2 umum dan islami banyak dijual, juga herbal, dan pakaian islami menarik dan terjangkau. Biasanya kalau jalan2 sekitar solo ada bannernya di jalan

3. Banyak seminar menarik, kajian, dan symposium yang berguna bagi umum, tenaga kesehatan, dan dokter.

Di Solo ada beberapa kampus yang sering mengadakan seminar menarik, saya contohin kampus Baca Terus😀 !

Journey to Turkey #1. Langkah pertama ke negeri impian

Wow! awalnya perjalanan keluar dari Indonesia ini terasa mengkhawatirkan, tapi entah setelah tiba di bandara jadi biasa aja , untungnya aku sudah biasa naik pesawat jadi alurnya mirip2 lah.. Naik emirates, wuih enak2 makanannya dan banyak, jd gakpernah kelaperan. Waktu di bandara Soetta pas mau ke Dubai (di Uni Arab Emirates), aku lihat banyak TKI yg mau pada kesana *untung di Turki enggak. Aku transit di Dubai, wow amazing banget bandaranya luass bangett dan banyak toko2 bermerk nya , keren abis lah.. Dan untunya aku ketemu 2 orang prmpuan indonesia yg mau aiesec ke turki tp kotanya Kocaeli, beda.. pas berangkat ke turki lagi sempet lihat gedung tertinggi di dunia, Burj Al-Khalifa yg kayak Jarum, hho

bandara dubai keren

bandara dubai keren

burj al khalifa seperti jarum di tengah

burj al khalifa seperti jarum di tengah

Daan pertama kali aku melihat negeri yang cantik ini dari pesawat yaiyalah  tapi yang bikin menakjubkan, saat baru bangun, buka jendela, dan langsung terkesima.. pegunungan tertutup salju disertai sunset yang menakjubkan..

Subhanallah! pegunungan bersalju dan sunset kayseri

Subhanallah! pegunungan bersalju dan sunset kayseri

Dan saya disuguhkan langit Istanbul yang sangat indah di malam hari.. Benar2 seperti emas dan perak yang menyala di kegelapan yang indah

jembatan bhosporus penghubung asia dan eropa

jembatan bhosporus penghubung asia dan eropa

Dan jeng jeng sampailah kami di Bandara Ataturk, Turki. Alhamdulillah langsung ada tim yg jemput. Dibandara ketemu juga sama Intern dari Brazil, lalu kami stay dulu di Istanbul dari tgl 18 sampai 20 di rumah grandma nya manager project. Anneanne (grandma) sangaat baik🙂 hhe. 19 sore kami sempet jalan2 ke Ortakoy, tempat yang rame banyak toko, makanan, dan bisa lihat jembatan bhosporus , serta hagia sophia n blue mosque dari jauh.

100_4725

istanbul

istanbul

dari gambar diatas, Istanbul juga bisa kena macet walaupun gak separah jakarta, hehe.. kenapa disini mending karena orang yang pakai motor sedikit, alias gak melimpah ruah kayak Indonesia. aku pernah nanya sebabnya, karena motor disini harganya muahall jadi mending beli mobil aja. gitu.. kalo di Indonesia kan murah, jadi hampir semua orang bisa pakai.

Tanggal 21 sampailah ana di Bursa, kota yang pernah jadi capital sebelum Istanbul di masa Ottoman. Kotanya cantiik dan bersih, serta lebih tenteram daripada Istanbul. Kalau di Istanbul lebih rawan copet, maklum Istanbul orangnya mix banget gara2 kota turistik. orang asia, eropa, afrika pada melancong ke Istanbul, wajar, karena banyak banget peninggalan menarik dan bersejarah puooll.. kalo di kota lain rata2 penduduknya lokal, jadi berasa beda gitu deh *serasa artis  wakaka..

segini dulu aja untuk post satu ini belum mengungkap kehidupanku di Turki, nantikan di post selanjutnya tentang kota Istanbul, Bursa, makanan Turki dan sedikit resepnya, plus sedikit budaya dan sifat orang Turki (yang ditunggu tunggu) ,hehe🙂

Istanbul, beautiful and romantic city

Istanbul, beautiful and romantic city

 

Bahagianya Diterima Exchange di Bursa, Turkey !

Fabiayyi ala irabbikuma tukadzziban.. Maka Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?
(Qs. Ar-Rahman: 55)

Gambar

Alhamdulillah, setelah berminggu-minggu menanti jawaban email dan kegelisahan menunggu balasan email dari manager project di Turkey, Akhirnya Allah memberikan jawabannya pada 20 November 2013.

Sebelumnya saya sudah banyak mendaftar ke negara2 Eropa lain Baca Terus😀 !

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 59 other followers