Posted in Uncategorized

Pengalaman Makan Beras Plastik

Ini adalah pengalaman pribadi saya dan suami yang (tak sengaja) makan beras plastik. Dan uniknya kami baru sadar setelah sekitar sebulan berlalu. Untungnya kami cuma beberapa kali masak beras itu. Begini ceritanya..
Hari itu stok beras kami habis. Karena sedang tinggal di Inggris, jadi memang kami kalau membeli beras dalam kemasan yang tidak terlalu besar. Biasanya kami beli beras di supermarket inggris yang sudah terpercaya keamanan produknya, dan terjangkau pula , namanya supermarket “Aldi” . Tapi hari itu suami pulang agak malam, jadi supermarket sudah tutup, alhasil dia beli beras di toko kelontong kecil punya nya imigran. Produknya dari “island sun” , saya juga baru pertama mau makan beras ini.

Pas saya buka sebenarnya bentuk berasnya agak beda dari biasanya,
Teruskan Membaca 😀

Advertisements
Posted in Islamic, kisah berhikmah, Uncategorized

Ketika Orang Tua yang Jadi Musuh Anaknya di Hadapan Allah

Masih ingatkah para ayah dan ibu dengan sebuah tausiyah KH Zainudin MZ tentang kisah orang tua yang akan dimasukkan ke dalam surga oleh Allah namun akhirnya batal, ketika mereka hendak melangkahkan kakinya masuk ke dalam surga namun mereka gagal dan dijebloskan ke neraka oleh anaknya sendiri?. sebuah perkataan yang perlu kita renungkan baik-baik. “kisah tentang sepasang suami istri yang sudah hampir melangkah menuju surga karena mereka orang yang sangat baik dan taat beribadah, namun dicegat oleh anaknya yang akan dimasukkan ke neraka oleh Allah karena si anak adalah ahli maksiat dan dosa.

Si anak protes pada malaikat, “Mereka memang baik dan taat beribadah. Tapi mereka tak pernah mengajari saya agama. Mereka tak pernah mengajari saya berbuat baik. Saya masuk neraka gara-gara mereka. Karena itu, saya minta keadilan. Tolong agar mereka dimasukkan ke neraka juga.”

Akhirnya sepasang suami istri ini tak jadi masuk surga. Mereka pun dijebloskan ke dalam neraka.
Baca Terus 😀

Posted in My life

Pengalaman Exchange ke Turki part 1

Sebuah pohon, monumen, dan burung-burung merpati. Pohon yang meranggas tampak cantik di sebuah alun-alun kecil di tengah kota. Ini musim dingin, pikirku. Meskipun aku tidak pernah berada di Negara yang mempunyai empat musim. Satu kata yang terpatri di otakku. Indah ! meskipun aku tidak tahu sama sekali dimana aku berada.

snow in bursa turkey

Dan aku pun terbangun oleh alarm yang berdering. Tentu saja itu hanya mimpi. Dan aku berlalu saja melupakan mimpi itu. Toh hanya mimpi. Tapi tentu saja impian itu, impian untuk merasakan negeri empat musim selalu berada di hatiku. Dan aku sedang memperjuangkannya sekarang. Lewat pamflet info yang kubaca tidak sengaja dari internet aku menemukan sebuah program untuk exchange keluar negeri.

Awalnya aku mengirim email sebagai proses seleksi tahap satu. Dan berkasku lolos dan aku dipanggil untuk wawancara. Aku ingat hari itu, aku lupa kapan tepatnya. Tapi kalau tidak salah pada bulan November 2013. Pertama kalinya aku diwawancarai seperti ini.
Teruskan Membaca 😀

Posted in My life

My Life These Days: Menghitung Minggu Minggu Akhir Masa Koas

 

Setelah ninggalin blog selama 6 bulan, dan nggak cerita tentang kehidupanku setahun lebih, akhirnya diupdate lagi..

beberapa komeentar terakhir sempet dibales, padahal udah numpuk banget terutama di section tulisan yg berhubungan dengan FK UNS dan ada juga yang lamaa belum dibales (maaf ya)

Yaak, aku mau cerita tentang kehidupanku akhir akhir ini.. Banyak yang nanya aku udah semester berapa. well, semester ku udah gak kehitung hha. alias udah lulus S,Ked. dan sekarang udah koas dan Insyaa Allah bentar lagi selesai pada bulan Desember (Alhamdulillah ya Allah)

fase koas memang melelahkan namun sangat berharga untuk dijalani. karena apa yang ada di klinis, banyak berbeda dengan yang ada di sekedar teori.
Teruskan Membaca 😀

Posted in Uncategorized

Dear Patients, Terimakasih telah Mengajarkan Kami untuk Bersyukur

 

Sudah sekian bulan aku menimba ilmu di RS Moewardi, tempat dimana aku menjadi koas, tahap melangkah untuk menjadi dokter. Di stase anak ini, aku diingatkan untuk banyak bersyukur dan belajar luasnya kesabaran serta besarnya cinta dari para orangtua pasien. Saat jaga, aku bertemu dengan pasien untuk mengecek vital sign seperti tensi, suhu, nadi dan ritme pernapasan. Kadang kadang aku mengobrol dengan orangtua pasien. Seperti anak D yang berumur belasan tahun. Rambutnya rontok semua tinggal beberapa helai saja. Ini pasti pasien kanker, karena kemoterapi yaitu pengobatan kanker tersebut memang bisa membuat rambut rontok.
“Ibu sudah berapa lama pengobatannya?” Kataku
“Ini sudah jalan hampir satu tahun..”
“Kemarin ada acara wisuda survivor kanker ya bu di RS ini..”
“Iya kemarin anak saya sudah disiapkan pergi kesana juga. Tapi yang bertugas jemput lupa jemput anak saya..”
“Oh begitu… hmn berarti anak ibu sudah benar benar sembuh ? Sudah bersih bu dari penyakitnya?”
(Karena rata rata pasien2 anak kanker yang diwisuda itu sembuh sekitar 2, 3 tahun namun ada juga yang satu tahun. Berarti anak ini termasuk yang cepat juga)
“Iya alhamdulillaah sudah sembuh dari kankernya.. tapi ini masih dirawat disinj karena anak saya terkena penyakit ginjal juga..”
“Semoga cepat sembuh ya bu..”

Di lain kesempatan saat aku jalan di bangsal RS kulihat anak D didorong dengan bed RS dan ia menangis sambil berbaring..
Teruskan Membaca 😀

Posted in Uncategorized

Harta: Mengapa Kita Harus Berkecukupan ?

sunset in ortakoy

“Money makes your life easier. If you’re lucky to have it, you’re lucky”

Buat sebagian orang, uang itu enggak penting. Sayangnya, hampir semua yang penting-penting butuh uang. Seenggaknya untuk tiga kebutuhan paling dasar: sandang, pangan, papan. Ada penganan untuk dimakan, pakaian untuk dikenakan dan bangunan untuk berkesibukan. Tapi, kebutuhan enggak berhenti di situ. Kita juga berencana untuk berpasangan, berketurunan dan bertualangan. Untuk ketiganya, diperlukan simpanan.

Pernahkah di satu waktu kamu cicipi dua kenyataan? Ibarat mata koin yang berdempetan tapi wajahnya berlainan. Legit juga pahit. Saya pernah, rasanya unik.

Di satu sisi, seorang sahabat baru aja menuntaskan rasa cemas di momen kelahiran anak perdana. Lega nan bahagia. Untuk biaya bersalin, pos khusus disisihkan secara berkala dari kantong pribadi. Saat proses menegangkannya usai, puluhan juta rupiah harus dibayarkan untuk ongkos persalinan dan pengobatan. Jumlahnya memang enggak kalah menegangkan. Namun, cuma bermodalkan ketegangan enggak serta merta melunaskan tagihan. Tetep. Harus ada duit.

Di sisi sebaliknya,seorang pekerja bangunan langganan keluarga mendadak mampir ke rumah untuk mengadu penuh sendu. Ia tengah dilanda kerepotan hebat selepas persalinan sang istri. Bayinya terlahir sungsang sehingga harus ada dana tambahan untuk memuluskan kepulangan istri dan anak tercinta ke rumah kontrakan.

Di lubuk hatinya yang terdalam, ia bingung dan malu.
Teruskan Membaca 😀

Posted in Uncategorized

Kaya atau Miskin, manakah yang lebih baik ?

kaya atau miskin
kaya atau miskin

Sebenarnya tulisan ini terinspirasi dari tulisan Salim A Fillah dibukunya Lapis Lapis Keberkahan
Saya baru selesai membaca bagian tentang rizqi.
Dan saya semakin merasakan tulisan itu masuk kedalam dunia yang saya lihat..

Saya pernah bertamu ke keluarga yang sederhana. Rumahnya, suasananya..
Namun akhlaq orangtua dan anaknya adalah khair. Bagus. Ketika azan berkumandang, sang ayah lantas segera pergi ke masjid terdekat. Begitu pula ibu dan anaknya yg langsung menunaikan shalat. Subhanallah..

Di lain kesempatan saya teringat di sebuah rumah lain, yang serba berkecukupan, tv nya terdapat channel dari berbagai negara, sofa dan kasur empuk, gadget dgn banyak hal menarik, makanan yang serba wah. Tetapi ketika azan berkumandang, sang ayah jarang sekali pergi ke masjid untuk shalat berjamaah, ibu masih sibuk dengan pekerjaannya, anak-anak ada yang masih bermain dengan gadgetnya atau menonton bioskop tv yang saking asyiknya, membuat mereka lalai. Shalat jadi diulur ulur. Mungkin baru sejam setelah azan barulah shalat.
(Astaghfirullah, peringatan buat saya juga)

Dan tahukah apa bedanya dari keluarga yang kaya dan kurang itu -dari segi harta

Jelas bedanya adalah keimanan

Jadi miskin lebih baik? Bukan. Bukan itu maksud saya.

Jadi teringat dalam buku salim A fillah, ada kisah seorang ulama yang dicegat yahudi miskin. Ia bertanya dalam sebuah hadits “dunia adalah surga bagi orang kafir dan penjara bagi org mukmin”
Yahudi itu bilang kalau ia miskin berarti ia mukmin. Dan ulama itu kaya berarti ia kafir.
Namun jawab ulama itu bukan begitu maksudnya.
Penjara bagi mukmin karena ia tahu bahwa kenikmatan dunia tdk ada apa2nya dibanding surga. Dan surga bagi org kafir karena apa2 yg dirasakan didunia adalah lebih baik dr adzab keras di neraka.
Akhirnya yahudi itu pun masuk Islam karena takut akan penderitaan di neraka yang menyala.

Lalu manakah yg lebih baik?kaya atau miskin?
Lagi lagi
Itu semua tergantung keimanan
Bagaimana ia menyikapinya…

Dalam buku lapis lapis keberkahan, ada sebuah tanya jawab tentang hal itu.
Ketika seorang alim, Imam Sufyan Ats-Saury ditanya tentang “manakah yang lebih baik, orang miskin yang sabar, atau orang kaya yang bersyukur?”

Maka ia menjawab:
Baca surat ‘Shaad’ dalam al quran.
“Dan Kami karuniakan kepada Dawud, putranya Sulaiman. Dialah sebaik baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat kepada Tuhannya.” (Qs.Shaad: 30)

Dilain ayat
“Sesungguhnya Kami dapat Ayyub sebagai orang yang sabar. Dialah sebaik baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat kepada Tuhannya.” (Qs.Shaad: 44)

Sulaiman AS adalah org yg amat kaya. Bahkan kerajaannya tak pernah tersaingi hingga hari akhir. Ia dapat memerintah bangsa jin bahkan hewan. Namun ia adalah hamba yang amat bersyukur dan taat kepada Allah..

Sedangkan Ayyub AS saat sakit adalah org yg tidak punya apa2, sakit keras hingga istrinya menjauhi dirinya. Namun ia adalah hamba yang amat bersabar lagi taat kepada Allah..

Maka lagi2 keimanan jawabannya..

Jadi kaya atau miskin maka berusahalah agar kebutuhan kita tercukupi. Sisanya adalah tawakkal.
Sebanyak atau sedikit harta yang kita miliki kuncinya adalah qanaah. Merasa cukup atas pemberian Allah. Maka kita akan merasa tercukupi.

All from Allah. All back to Allah..

Rezeki dimana saja maka jagalah selalu kehalalannya..
insyaallah barokah..

Dan sesungguhnya kaya itu bukanlah harta, tetapi kekayaan sejati berada di jiwa..

Ittaqullah